Senin, 29 April 2013

Kewirausahaan “Peluang Usaha”



  Softskill Kewirausahaan
“Peluang Usaha”

Dosen Mata Kuliah : ROOSHWAN BUDHI UTOMO


Nama       : Erlin Eliana
Kelas        : 2 SA 01
 NPM     : 12611467
 


BAB I

Pendahuluan
            Pertumbuhan ekonomi  membuat Indonesia membuat penduduknya semakin memanfaatkan kesempatan dalam mencari sebuah usaha. Usaha tersebut dilakukan untuk mencari keuntungan dalam memenuhi kebutuhan. Merancang sebuah usaha perlu sikap mental yang positif, memiliki visi dan strategi bisnis yang cerdas. Seperti yang kita ketahui semua usaha akan mengalami pasang-surut, tetapi dengan mental dan strategi bisnis yang smart tentu akan menolong kita untuk membuat rancangan-rancangan yang akan dilakukan demi kelancaran bisnisnya. Kita perlu menyaring informasi dengan cerdas karena banyak sekali informasi kurang baik yang menjebak kita dan kemudian mempengaruhi kualitas bisnis kita.    

Tujuan
-Memetakan peluang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah dan tempat tinggal
-Memahami peluang sesuai dengan kondisi setempat
-Mengidentifikasi  peluang usaha yang terdapat di lingkungan sekitar kita
-Menentukan/menemukan peluang usaha di lingkungan sekolah dan tempat tinggal   
-Menganalisis keberhasilan dan kegagalan peluang usaha


 
BAB II

Peluang Usaha
Tindakan merealisasikan cita-cita atau tujuan tidak bisa dilakukan dengan gegabah. Sebaliknya, tindakan harus direncanakan dengan matang. Berbagai tahpan harus dilalui seorang wirausaha . Ia harus mempu mengidentifikasi  peluang usaha, memetakan peluang yang terbuka serta mengembangkan ide dan kreativitas untuk membuka usaha.
Peluang usaha di Indonesia pun masih sangat luas dan terbuka lebar. Perubahan zaman dan pola pikr seseorang dapat menjadi inspirasi dalam mencari peluang bisnis. Dengan memerhatikan dinamika dan tren yang tengah berlangsung, seseorang wirausaha mampu menetapkan usaha yang hendak ia jalankan.
Kesibukan orang bekerja juga bisa menjadi peluang usaha menarik, misalnya di bidang jasa pelayanan. Usaha yang dapat member pelayanan yang cepat, sigap dan fleksibel akan disukai oleh mereka yang sibuk. Waktu menjadi barang yang sangat berharga.

Mengidentifikasi dan Memetakan Peluang Usaha .
Bagi seseorang wirausaha, usaha dimulai karena adanya peluang (opportunity) dan ketertarikan pada keuntungan yang dihasilkan usaha tersebut. Mewujudkan peluang untuk menjadi kenyataan adalah proses yang membutuhkan waktu lama. Jangka waktu itu dibutuhkan untuk mengatur segala  prasyarat dalam menjajaki kelayakan suatu usaha.

Ada dua fase dalam mengidentifikasi peluang usaha , yakni :
A.) Fase menemukan gagasan
            Ada empat tempat untuk memperoleh gagasan peluang usaha baru , yaitu :
            1. Diri sendiri
2. Pelanggan
3. Pasar
4. Produk yang gagal


B.) Fase mengidentifikasi peluang usaha
             Proses mengidentifikasi peluang uasaha meliputi :
1. Analisis persoalan
2. Analisis situasi
3. Merumuskan “wilayah” yang tidak diketahui
4. Menyurvei pelanggan sasaran


Ada sebuah penelitian yang mengatakan jika ada 80% dari usaha-usaha swasta kecil yang gagal pada tahun pertama operasinya serta kurang dari 20% gagal di tahun kelima. Bisnis waralaba, pada sisi lain ternyata sedikit lebih beruntung karena kurang dari 5% usaha waralaba yang mengalami kegagalan. Hal tersebut tidak terlepas dari adanya penelitian pada fase awal usahanya. Pemilihan atas suatu jenis badan usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
a. Tipe usahanya: perkebunan, perdagangan, atau industri
b. Luas operasinya atau jangkauan pemasaran yang hendak dicapai
c. Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha
d. Sistem pengawasan yang dikehendaki
e. Tinggi rendahnya resiko yang dihadapi
f. Jangka waktu ijin operasional yang diberikan pemerintah
g. Keuntungan yang direncanakan

Kegagalan dalam peluang usaha
           
 Gagal dalam usaha bisnis itu hal lumrah. Sangat biasa. Sebab, salah satu resiko dalam bisnis adalah rugi dan untung. Untung dan rugi ibarat dua sisi mata uang. Sama-sama memiliki manfaat yang saling membutuhkan. Makna falsafinya, ketika pebisnis dikasih kesempatan untung maka harus berhati-hati untuk tidak terjebak rugi. Demikian sebaliknya, ketika dilanda rugi maka seorang harus pandai mensiasati kerugian.

Faktor-faktor Internal antara lain :
1. Ketidaktelitian/ketidakcermatan

2. Kecerobahan
3. Kelalaian
4. Tergesa-gesa memutuskan
5. Tidak mau belajar dari kegagalan orang lain
6. Terlalu mudah percaya pada orang lain, dan lain-lain

• Faktor kegagalan yang berasal dari luar/eksternal :
1. Sumber daya yang tidak memadai, baik kualitas maupun kuantitas
2. Bencana alam
3. Kenaikan harga barang-barang yang tidak terduga
4. Pengaruh ekonomi global
5. Perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai hal, dan lain-lain.



Kegagalan usaha yang harus mampu dicegah dan diatasi
Setiap tahun, usaha lahir dan bangkrut silih berganti. Mereka yang bangkrut umumnya tidak mampu menghadapi persaingan pasar yang bebas. Ada beberapa factor yang membuat meraka tidak mampu.
Faktor tersebut adalah :
a.) Faktor Pembiayaan
b.) Faktor perencanaan
c.) Faktor komunikasi


Berikut ini adalah beberapa hal yang harus anda perhatikan untuk mengatasi kegagalan dalam bisnis waralaba:

Pertama, adalah memperhatikan jika pembagian keuntungan kadang-kadang tidak dilakukan dengan jujur, dimana penetapannya tidak selalu ditentukan  oleh franchisor.
Kedua, kualitas pengontrolan dan pengawasan yang rendah, rendahnya pemilihan bahan-bahan produk, distribusi bahan produk dan perbedaan kondisi masing-masing daerah tempat usaha dimana bisnis waralaba tersebut didirikan.

Ketiga, adanya perbedaan legalitas penggunaan hak paten karena hukum dan perundang-undangan di masing-masing Negara yang tidak sama satu dengan yang lain.
Keempat, masyarakat kritis kadang kurang menerima konsep yang ditawarkan suatu bisnis waralaba.
Kelima, kadang seseorang salah dalam memilih lokasi untuk waralabanya atau lokasi yang tidak menguntungkan, seperti misalnya toko yang didirikan di jalan bebas hambatan yang tentu saja akan memiliki akses yang sulit selain terkendala pada tempat parkirnya.
Keenam, kurangnya pengiklanan atau promosi sehingga waralaba tidak dapat berkembang dengan baik.
Ketujuh, tingkat kompetisi yang kuat dengan usaha sejenis. Untuk mengatasi adanya persaingan dengan usaha sama, bisa dengan membuat usaha waralaba yang memiliki konsep dan produk yang berbeda.

Peluang Usaha Dengan Modal Kecil
Perkembangan berbagai media dengan hadirnya internet misalnya membuat segalanya menjadi jauh lebih mudah terutama untuk mencari informasi seputar usaha yang akan digeluti. Mulai dari jenis usaha, bagaimana melakukan pemasaran yang efektif hingga bentuk layanan yang akan diberikan semuanya diberikan secara gratis. Bila perlu, ikuti beberapa seminar atau pelatihan yang kerap diadakan oleh beberapa lembaga yang memiliki kemampuan di bidang atau jasa tertentu.
Sebagai langkah awal, jenis usaha yang dapat dilakukan dengan menggunakan modal kecil adalah rental mobil tanpa harus memiliki armada mobil yang banyak. Seperti diketahui bahwa jenis usaha ini masih sangat banyak peminatnya terlebih pada saat hari raya besar seperti Lebaran, Natal atau Tahun Baru. Untuk memulainya, anda tidak harus memiliki sebuah mobil satu pun namun hanya dengan menjalin kerja sama dengan beberapa teman, rekan kerja atau sahabat yang memilikinya.
Untuk besaran keuntungan yang didapat bisa didiskusikan dengan mereka sehingga semuanya mendapat pembagian yang sesuai. Tugas anda hanyalah mencari mereka yang membutuhkan jasa yang ditawarkan seperti menggunakan brosur atau flyer yang didesain dalam bentuk yang menarik. Letakkan media promosi tersebut di sekitar kantor, toko atau perumahan sehingga menarik minat para calon pengguna untuk membaca.
Untuk jangkauan konsumen yang lebih luas, manfaatkan media internet sebagai ajang promosi yang murah dan efisien. Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana memanfaatkan mesin pencari sebagai sumber trafik untuk mendatangkan pengunjung yang benar-benar mencari layanan rental mobil. Pastikan, untuk mensetting lokasi rental yang hendak dituju dikarenakan jumlah armada mobil yang dimiliki tidaklah sebanyak mereka yang memiliki usaha yang cukup besar. 

Memanfaatkan peluang usaha dengan investasi
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Dibawah ini adalah metode penilaian investasi :

1.      Metode Average Rate of Return
     Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi. Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total average investment. Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase.

2.      Metode Payback
      Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali, karenanya dasar yang digunakan adalah aliran kas, bukan laba. Karena itu satuan hasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu. Kalau periode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan.

3.      Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) di masa yang akan datang.

4.      Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi  dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa-masa  mendatang. 



           5.      Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Apabila Profitability Index (PI)-nya lebih besar daripada 1, maka proyek dikatakan menguntungkan.



Teknologi Dalam Sebuah Peluang Usaha
Kalau  sebelumnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia hanya 1%, menjadi 2,1 persen, dan bertahan hingga tahun 2007 lalu, penyebab utama kemajuan ekonomi Amerika Serikat tersebut akibat penerapan teknologi, utamanya ialah Penyebaran Air Ledeng ke rumah-rumah, mesin pembakaran internal,dan penyebaran agresif listrik dari kota ke desa-desa pedalaman.

Dari hal ini jelas bahwa teknologi, utamanya jenis teknologi yang memberikan fasilitas untuk mayoritas lapisan masyarakat (bukan teknologi elitis) akan berdampak besar bagi perkembangan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Bahkan akan mengubah pola kehidupan itu sendiri. Teknologi merupakan pilar dasar pembangunan karena menyasar pada kebutuhan ekonomi yang paling dinamis, yakni industri dan jasa, juga sektor perdagangan.

Karena itulah sebenarnya dengan dengan pertumbuhan ekonomi yang lumayan baik, kisaran 6,2-6,7%, sebenarnya merupakan situasi yang nyaman untuk melakukan kreativitas pembangunan, dan sebenarnya kita butuh keberanian untuk investasi pada sisi infrastruktur teknologi karena akan memberi dampak pada sektor lain baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Salah satu contohnya  adalah strategi melakukan monopoli teknologi. Tujuannya menghindari penggunaan teknologi oleh perusahaan lain. Strategi ini meminta inventor untuk mengajukan permohonan paten per komponen yang diciptakannya dan metodenya. Ketika inventor menciptakan sebuah laptop, inventor akan mematenkan komponen-komponen yang membuat laptop tersebut bekerja. Sehingga, perusahaan lain tidak dapat meniru dan memakai metode yang sama dengan temuan inventor.
Strategi lain yang dapat ditempuh perusahaan atau inventor adalah strategi pengungkapan teknologi. Strategi ini membuka rahasia teknologinya kepada perusahaan lain dengan jalan memberikan lisensi kepada perusahaan tersebut.

  Demikian makalah ini dibuat, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.




Daftar Pustaka


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar